Sejarah Sekolah


Sejarah Sekolah

Sekolah Menengah Pertama Negeri Model Terpadu Madani Provinsi Sulawesi Tengah sering disebut dengan singkatan  SMP Model Madani. Sekolah ini merupakan salah satu lembaga pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Provinsi Sulawesi Tengah. Pemikiran untuk berdirinya sekolah model di Sulawesi Tengah berawal dari pemikiran para tokoh pendidikan yang ada di Dikjar Provinsi Sulawesi Tengah, yang mana perlu ada satu lembaga pendidikan yang dibina langsung oleh Dikjar dan bertaraf Internasional. Namun permasalahan yang muncul adalah keterbatasan dana untuk pembangunan sekolah tersebut.

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah,  Prof (Em) H. Aminuddin Ponulele beserta Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Drs. Murad U Nasir, M.Si. membuat pernyataan kesanggupannya menyediakan lahan seluas 2,5 Ha, dan langsung mengusulkan ke Menteri Pendidikan Nasional Up. Sekretaris Jenderal sesuai surat nomor 420/105/DIR/LR-G-ST tentang usul Pembangunan SMP Negeri Model Terpadu Madani (Surat tertanggal 22 April 2004).

Sesuai pernyataan dan usul tersebut, maka Kepala Pengawasan Indonesia Wilayah Timur Ir. Pitoyo, melihat langsung lokasi tersebut, Hasil kunjungan tersebut, maka pihak pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah wajib membentuk Tim Teknis Provinsi, selanjutnya Tim Teknis Provinsi segera melakukan pendaftaran dan seleksi siapa yang akan menjadi ketua komite pembangunan SMP Negeri Model Terpadu Madani, dan selanjutnya ketua komite tersebut akan menjadi Kepala Sekolah SMP Negeri Model Terpadu Madani.

Adapun Tim Teknis Provinsi adalah 1). Dra. Hj. Uhra Lamarauna, M.Si., 2). Dra Hatija Yahya, M.Si. 3).Drs. H. Salum Kawandaud, 4). Dr. Sapto Haryoko. 5). Drs. Hamid Muhammad, 6). Dr. Didik. 7). Beberapa Konsultan Pusat antara lain Ir. Daniel dan Ir. Maryam. Tim Teknis Provinsi ini wajib melaksanakan pemilihan Ketua Komite Pembangunan yang nantinya melaksanakan pembangunan SMP Negeri Model Terpadu Madani dengan mengacu pada pola pengelolaan dana Block Grant (Suakelola). Hasil seleksi, ditetapkan sdr. Adnan M. Baralemba, S.Pd., M.Si. Widyaiswara pada LPMP Provinsi Sulawesi Tengah terpilih sebagai Ketua Komite Pembangunan.

Dengan terpilihnya Ketua Komite Pembangunan, maka dilaksanakan penandatanganan kerja sama pendirian Unit Sekolah Baru disingkat USB antara Direktur Peningkatan Mutu SLTP dengan Ketua Komite, demikian pula antara Pemerintah Daerah (Dijkar Provinsi Sulawesi Tengah) dengan Ketua Komite Pembangunan guna memulai pekerjaan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) tersebut. Pada tanggal 22 Februari 2005, dilaksanakan peletakan batu pertama oleh Direktur Peningkatan Mutu SLTP disaksikan oleh Wakil Gubernur beserta DPRD Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam amanat Direktur, menitipkan sekolah tersebut kepada Ketua Komite agar benar-benar dapat dijadikan salah satu sekolah yang unggul serta menjadi sekolah contoh di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah.

Selain itu, Direktur mengemukakan, walaupun ada upaya maksimal dilaksanakan oleh sekolah, jika tidak ada dukungan dari pemerintah daerah, maka semua itu akan sia-sia. Lanjutnya lagi, “Bentuk interpensi maupun hal lainnya yang membuat sekolah merasa tidak nyaman dalam melaksanakan aktivitasnya, merupakan faktor penghambat dalam upaya menjadikan SMP Model Negeri Terpadu Madani akan tumbuh tidak sesuai yang diharapkan”.

Berdasarkan surat perjanjian tersebut, maka pada tahun 2005, dibangun USB SMP Negeri Model Terpadu Madani, lengkap dengan fasilitasnya (Alat Laboratorium IPA, Laboratorium Kompurer, Laboratorium Bahasa, dll).

Pada tahun pelajaran 2006/2007 telah dilaksanakan penerimaan siswa baru (PSB). Dalam penerimaan, dibantu oleh guru-guru SMA Negeri Model Terpadu Madani, sambil menunggu rekrutmen guru-guru dan Pegawai SMP Model Madani. Persyaratan siswa yang dapat mendaftar di SMP tersebut minimal rata-rata nilai Ujian Sekolah  7,00. Siswa yang memiliki nilai yang dipersyaratkan tersebut, akan mengikuti tes tertulis ( Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia), selanjutnya dilakukan wawancara yang difokuskan pada penilaian kepribadian, agama, dan kecakapan dalam berbahasa Inggeris. Hasil seleksi, ditetapkan terdapat 48 (Empat puluh delapan) orang (dua rombongan belajar) yang dinyatakan lulus seleksi.

Pada saat bersamaan, dilakukan pula rekrutmen guru secara ketat. Hasil seleksi setiap mata pelajaran dua orang yang lulus seleksi. Ini dilakukan dengan pertimbangan pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah tersebut adalah team teaching. Tenaga guru yang lulus dalam penjaringan seluruhnya adalah instruktur Contextual Teaching Learning (CTL) dan Instruktur Pembelajaran Berbasis Kompetensi (PBK), dengan kualifikasi pendidikan sekitar 50 % Strata Dua (S2).

Untuk mengetahui bagaimana SMP Model Negeri Terpadu Madani kedepan, maka pada tanggal 8 Agustus 2007, melalui rapat dewan guru serta perwakilan orang tua murid, dirumuskan visi dan misi SMP Model Negeri Terpadu Madani. Saat ini SMP Negeri Model Terpadu Madani mengembangkan tiga bahasa yaitu Bahasa Inggris, Mandarin dan Arab selain bahasa Indonesia. Pembelajaran dilakukan berbasis ICT.  

Dalam Pembinaan Sekolah Standar menjadi Formal Mandiri, Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Sulawesi Tengah melalui kegiatan Perluasan Peningkatan Mutu SMP Sulawesi Tengah, memberikan subsidi kepada SMP Negeri Model Madani  yang memenuhi pensyaratan dan diharapkan menjadi Sekolah Standar Nasional (SSN) yang merupakan syarat menjadi Sekolah Bertarap Internasional (SBI).

 

 

Kontak

Alamat :

Jl. Sukarno Hatta Bumi Roviega - Kelurahan Talise

Telepon :

(0451) 4131332

Email :

smpmadani07@gmail.com

Website :

https://www.smpmadani07.sch.id

Media Sosial :

PPDB ONLINE

PENGUMUMAN UN